BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Sunday, 16 August 2015

Prompt Quiz #8: Tahu Apa Kesalahan Anda?

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***

"Tahu apa kesalahan Anda?" tanyanya lagi sambil melotot karena aku tidak merespon pertanyaannya.

Dejavu, ini seperti kejadian tujuh tahun lalu saat pertama kali aku kena tilang. Badanku panas dingin dengan detak jantung yang berlompatan. Tapi sekarang tidak. Aku balas mendelik sementara dia kini menyeringai.

"Harusnya Anda tahu, memakai helm itu untuk keselamatan, bukan karena takut ditilang Polisi!" jelasnya.

"Setelah ini, saya akan selalu memakai helm untuk keselamatan, bukan karena takut POLISI," ucapku sambil menekan kata Polisi.

"Nah, gitu dong! Anda pulang dulu ambil helm. Saya jagain motornya deh, Pak Polisi!"

***

Notes:
Saya mah gitu orangnya. Selalu deg-degan kalau lihat Pak Polisi. Padahal ya beliau itu gak nilang saya. Persepsi orang-orang yang susah hilang itu, pakai helm karena takut Polisi, bukan untuk melindungi diri. Hayo, siapa yang punya pikiran seperti itu juga???

Prompt Quiz #8: Ceritakan Kisahmu

Sunday, 9 August 2015

Prompt #84 - Si Pembuat Boneka

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***



"Ayah, mereka mengejekku! Katanya kakiku jelek, tidak bisa menendang bola dengan benar," adu Pinokio.

Geppeto meninggalkan boneka kayu yang sedang dikerjakannya lalu menghampiri Pinokio. Ditatapnya anak laki-lakinya itu. Matanya memerah seperti menahan tangis.

"Apa mereka memukul hidungmu juga?" tanya Geppeto.

"Tentu saja iya,"

Seketika hidung Pinokio bertambah panjang satu senti.

"Lihat, Yah! Ini pasti terkena infeksi. Hidungku tidak semancung ini!"

Geppeto mengelus kepala Pinokio dengan sayang. Tak tega dengan diskriminasi dan bullying yang dialami anaknya itu.

"Besok ajak teman-temanmu ke rumah. Ayah akan buatkan kaki dan tangan yang bagus agar bisa bermain bola!"

Pinokio ingin bertanya, tapi urung karena Ayahnya kembali sibuk dengan boneka-boneka kayunya.

***

"Ayah, Pino mau main dulu sama teman-teman! Ayo Guys!"

Geppeto melambaikan tangan pada Pinokio dan teman-temannya. Suara langkah kaki mereka kini seirama. Setelah membuat boneka kayu, boneka manusia kayu sepertinya ide yang luar biasa. Pikir Geppeto sambil membersihkan gergaji dan tangan kaki yang berlumur darah.

***

Notes:
Saya buat dekontruksi dongeng lagi. Kadang, orangtua melakukan apa pun agar anaknya bahagia seperti menuruti segala hal yang diinginkan anak. Warning buat saya sendiri sih agar nanti menjadi orangtua yang bijak.

Prompt #84 - Si Pembuat Boneka

Sumber Gambar: http://dongengadalahcerita.blogspot.in/2015/06/dongeng-pinokio-pinocchio.html

Wednesday, 5 August 2015

Cerita Idul Fitri

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Saya tahu ini telat, tapi ya namanya mau cerita hehe. Idul fitri tahun ini agak beda dari yang lalu. Banyak yang tak terduga. Kita punya rencana ini itu, tapi rencanya-Nya lah yang terjadi.

Hari Pertama
Seperti biasa kami sekeluarga solat Id. Pulang ke rumah, sungkeman. Lucu-lucuan kita foto, cuma memang tidak sekeluarga full. Setelah itu kita mudik ke rumah Mbah dari pihak Bu e di desa Demeling. Selesai jum'atan kita mudik ke rumah Mbah Kakung dari pihak Bapak. Kalau boleh dibilang untung, soalnya akhir ramadhan Mbah Kakung dirawat di RS Kartini.

Hari kedua
Saya stay di rumah wong tiba-tiba nggak enak badan :hiks.

Hari ketiga
Di rumah juga. Bedanya Mbak yang stay di Pati sudah sampai Jepara. Hari itu juga saya sama si Bu e muter-muter di pasar nyari kerudung buat krucil Lala sama Sinta.

Hari keempat
Rencanya mau halal bihalal ke rumah guru. Tapi, SMS dan telfon adek di pagi hari merubah rencana-rencana. Mbah Kakung saya berpulang. Kami sekeluarga ribut sendiri karena semua orang belum mandi, batita, balita dan anak-anak ricuh. Dengan persiapan seadanya kami ke rumah Mbah yang ada di desa Batukali, Kalinyamatan Jepara. Kami berkumpul, anak cucu buyut nungguin sampai pemakaman. Sampai hari-hari berikutnya, kami tetap pulang pergi ke rumah simbah untuk ngaji.

Semua rencana-rencana berubah, sedikit berbeda. Memang kita bisa apa karena semua yang terjadi atas kehendak-Nya.

Karena sayanya masih pemanasan nulis, ceritanya sampai di sini dulu. Kapan-kapan di sambung lagi, hehe :smile.

Bye :hai